BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, June 5, 2009

4. Beberapa Molekul dalam Kehidupan Sehari-hari

e. Karbon dioksida (CO2)
Karbon dioksida terdapat di udara dengan kadar sekitae 0,035%. Karbon dioksida tersebut berasal dari proses pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam), juga dari pernapasan. Tumbuhan hijau menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Proses itu menjaga kadar karbon dioksida relatif konstan. Namun demikian, belakangan ini ada peningkatan kadar karbon dioksida di udara. Hal itu antara lain terjadi akibat peningkatan pembakaran bahan bakar fosil di industri dan penggundulan hutan. Peningkatan karbon dioksida di udara dikhawatirkan akan menaikkan suhu permukaan bumi karena karbon dioksida yang mengandung karbon.

f. Karbon monoksida (CO)
Karbon monoksida merupakan satu contoh molekul yang sangat beracun, yang dapat menyebabkan sesak napas hingga menyebabkan kematian. Zat ini termasuk salah satu komponen gas buang kendaraan bermotor dan asap industri. Karbon monoksida terbentuk karena pembakaran yang tidak sempurna dar bahan bakar yang mengandung karbon.

g. Metana (CH4)
Metana merupakan komponen utama dalam gas alam. Metana disebut juga gas tambang (karena terdapat dalam tambang batu bara) atas gas rawa (karena terdapat di rawa-rawa sebagai hasil peruraian material organik).

h. Klorofluorokarbon (CFC)
Klorofluorakarbon adalah kelompok senyawa molekul yang mengandung unsur klorin (C1), fluorin (F), dan karbon (C). Zat ini digunakan sebagai cairan pendingin dalam mesin-mesin pendingin, seperti kulkas dan AC. Molekul ini tidak beracun, tetapi sangat stabil, sehingga dapat meninggalkan lapisan troposfer dan mencapai lapisan stratosfer. Seperti disebutkan di atas, di lapisan stratosfer terdapat ozon yang sangat reaktif. Nah, senyawa CFC tersebut ternyata dapat bereaksi dengan ozon, sehingga lapisan ozon menipis. Penipisan lapisan ozon ini menghasilkan apa yang disebut "lubang ozon". Jika hal ini terjadi, radiasi ultraviolet akan semakin banyak yang dapat mencapai permukaan bumi. Akibat selanjutnya dapat bermacam-macam, termasuk meningkatkan risiko kanker kulit, kenaikan suhu, dan kematian bagi berbagai mikroorganisme.

0 comments: